Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

Ini Susunan Lengkap KIB II Setelah Reshuffle

BeritaSanaSini - Setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengumumkan hasil reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua sekaligus 13 wakil menteri. Hal tersebut disampaikan di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/10/2011). Berikut adalah susunan KIB jilid dua setelah direshuffle:

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Marsekal (Purn) Djoko Suyanto

2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa

3. Menko Kesra: R Agung Laksono

4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi Menteri

1. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi

2. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa

3. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro

4. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin

5. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo

6. Menteri ESDM: Jero Wacik

7. Menteri Perindustrian: MS Hidayat

8. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan

9. Menteri Pertanian: Suswono

10. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan

11. Menteri Perhubungan: EE Mangindaan

12. Menteri Kelautan dan Perikanan: Cicip Sutarjo

13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar

14. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto

15. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih

16. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional: Mohammad Nuh

17. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufri

18. Menteri Agama: Suryadharma Ali

19. Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu

20. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring

21. Menteri Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta

22. Menteri Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan

23. Menteri Lingkungan Hidup: Baltazar Kambuaya

24. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari Gumelar

25. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar

26. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Ahmad Helmy Faishal Zaini

27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana

28. Menteri BUMN: Dahlan Iskan

29. Menteri Pemuda dan Olahraga: Andi Alfian Mallarangeng

30. Menteri Perumahan Rakyat: Djan Faridz

Pejabat Setingkat Menteri

1. Kepala BIN: Letjen TNI Marciano Norman

Wakil Menteri yang tidak termasuk dalam kabinet: Wakil Menteri Baru:

1. Wamenteri Kesehatan: Ali Gufron Mukti

2. Wakil Menteri Kebudayaan dan Industri Kreatif: Sapta Nirwandar

3. Wakil Menteri Luar Negeri: Wardana

4. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional bidang Pendidikan: Musliar Kasim

5. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti

6. Wakil Menteri BUMN: Mahmudin Yasin

7. Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi

8. Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar

9. Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan

10. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo

11. Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana

12. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Widjajono Partowidagdo

13. Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar

Wakil Menteri Lama:

1. Wakil Menteri Perhubungan: Bambang Susantono

2. Wakil Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin

3. Wakil Menteri Perindustrian: Alex Retraubun

4. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional: Fasli Djalal

5. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo

6. Wakil Menteri Keuangan: Anny Ratnawati

7. Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Hermanto Dardak

Indra Dahfaldi

pedomannews

Selasa, 20 September 2011

Citra SBY Turun, Demokrat Salahkan Menteri

BeritaSanaSini - Partai Demokrat menilai buruknya prestasi menteri menurunkan citra SBY. Namun Partai Demokrat tak khawatir popularitas SBY drop jauh.
"Saya tak khawatir popularitas SBY drop jauh, apalagi anjlok. Kalau gitu kata survei ya biasa saja, tapi kami juga akui citra Pak SBY sering terganggu gara-gara kesalahan dan kelemahan para menteri pembantunya," ujar Wasekjen PD, Ramadhan Pohan, seperti yang dilansir detikcom, Selasa (20/9/2011).
Menurut Ramadhan, kinerja buruk menteri mencerminkan potret kurang baik pemerintahan. Jika para menteri berkinerja buruk, pasti yang paling pertama kali disalahkan adalah presiden.
"Soal tenaga kerja bermasalah presiden yang disalahkan. Kementerian yang tidak disiplin dan produktifitas rendah, presiden juga disalahkan. Harga sembako naik, presiden juga yang kena. Padahal, jika semua menteri taat semua yang digariskan presiden, pasti aman," keluhnya.

Jumat, 16 September 2011

PKB: Kebiasaan Ruhut Bisa Rusak Hubungan Antar Partai

BeritaSanaSini -  Politikus Partai Keadilan Bangsa (PKB), Abdul Malik Haramain, menilai sikap Ruhut Sitompul bisa menganggu hubungan Partai Demokrat dengan partai lainnya.

"Kalau kebiasan seperti ini diteruskan sangat mungkin akan mengganggu hubungan antar partai," ujar Ketua DPP PKB Abdul Malik seperti yang dilansir detikcom, Kamis (15/9/2011) malam.

PKB memprotes pernyataan Ruhut tentang adanya permintaan tolong dari FPKB kepada FPD untuk menyelamatkan Muhaimin Iskandar dari proses hukum kasus korupsi dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi. Mantan pengacara kondang inipun diminta menghormati partai lain.

"Kita ingin agar Ruhut sedikit menghargai dan menghormati partai lain," terangnya. Menurut anggota Komisi II DPR ini, PKB saat ini sedang menunggu sikap DPP PD. PKB pun siap mengambil tindakan bila Ruhut tidak diberi sanksi dari partainya.

Kamis, 15 September 2011

PM Australia Diusir Sopir Bus

BeritaSanaSini - Pemerintah Selandia Baru secara resmi mengajukan permintaan maaf kepada Perdana Menteri Australia Julia Gillard setelah seorang sopir menolak keberadaannya di dalam sebuah bus ketika forum Kepulauan Pasifik di Auckland sedang berlangsung pekan lalu.

Sopir tersebut menyuruh Julia untuk pindah ke bus lainnya ketika dia bersama pemimpin lain menaiki bus yang dikendarainya.

Hal ini tentu adalah karena terjadi miskomunikasi antara sopir, panitia penyelenggara dan tim PM Australia sendiri.

Insiden itu terjadi ketika para pemimpin asing dan mitranya hendak pergi ke pantai dari Sky City Grand Hotel pada Kamis minggu lalu, demikian lansir Stuff.co.nz, Kamis (15/9).

Seorang juru bicara dari Departemen Dalam Negeri mengatakan sopir bus segera diberitahu tentang kesalahannya dan Gillard naik bus seperti yang direncanakan.

 Walaupun Gillard tidak tersinggung dan mempermasalahkan hal tersebut, kini sopir yang bersangkutan tidak dipekerjakan lagi selama forum itu berlangsung.

Rabu, 14 September 2011

Barrack Obama Pernah Janjikan Kemerdekaan Bagi Palestina pada 2011

BeritaSanaSini - Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Makarim Wibisono, mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pernah menyatakan akan mendukung berdirinya negara Palestina pada 2011. Namun kenyataannya Palestina saat ini masih berjuang untuk berdirinya negara Palestina. 


"Saat awal masuk ke dalam kantor Pemerintahan AS, Obama menyatakan, Palestina akan berdiri sebagai sebuah negara pada 2011 dan Obama berjanji akan memecahkan masalah yang dihadapi warga Palestina," ujar Makarim dalam sebuah diskusi panel yang diselenggarakan Indonesian Council of World Affair (ICWA) di Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/9). 


"Obama pada saat itu bahkan mengirim utusannya George Mitchell dan Menteri Luar Negerinya Hillary untuk memfasilitasi dialog damai Palestina dan Israel," ujar Makarim menambahkan. 


 Walau berniat mendukung Palestina, namun negeri Paman Sam itu nampaknya masih sangat berat hati terhadap Israel yang sedang melakukan pembangunan pemukiman di Kota Yerusalem. Bahkan melalui sebuah rapat pada bulan Juli 2011 lalu, para pejabat AS sepakat untuk melakukan veto pada apapun upaya yang dilakukan palestina dalam meminta keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 


Meski demikian, negara anggota Gerakan Non Blok (GNB), OKI, Liga Arab dan bahkan Uni Afrika menyatakan dukungannya terhadap Palestina untuk mendapat keanggotaan di PBB. 


Ficko Assapary  I  Taufik H Karepesina

Ditanya Soal Nunun, Patrialis Malah Tergelak Tawa

BeritaSanaSini - Hingga kini, tersangka Mirandagate Nunun Nurbaeti belum juga dapat dipastikan keberadaannya meski sudah jadi buronan interpol. 
Saat perkembangan pemburuan ini ditanyakan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, dia malah tertawa dan enggan menanggapinya.
"Gak ada (perkembangan). Masih usang," kata Patrialis di gedung DPR Jakarta Rabu, (14/9).
Tidak hanya Patrialis, Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy juga terlihat hati-hati dalam memberikan komentar soal kasus istri Adang Daradjatun ini.
"Itu tanggungjawab KPK. Tanyakan kepada mereka," kata Tjatur.
"Dan kalau tanya ke KPK jangan satu orang, banyak yang harus ditangkap KPK," demikian Tjatur.
Hasandie

Ini Permintaan Mendiknas Terkait Kasus UI

BeritaSanaSini - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) meminta agar masalah Universitas Indonesia diselesaikan secara Internal. M Nuh sudah mempertemukan Rektorat, Majelis Wali Amanat (MWA), senat akademik, dan guru besar.

 "Tadi malam saya sudah bertemu semua, baik MWA maupun rektorat, senat akademik, guru besar, semua sudah sepakat. Pertama harus diselesaikan secara internal," ujar M Nuh usai acara penyambutan PM Vietnam Nguyen Tan Dung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2011).

 Menurut Nuh, dalam pertemuan itu disepakati bersama jika proses belajar mengajar harus tetap berlangsung. Tidak boleh sampai terjadi pemogokan di Kampus UI.

 "Kedua, Tridharma termasuk proses belajar mengajar harus dijaga dan tetap berlangsung. Jadi dipastikan tidak ada pemogokan lagi," imbuh dia. Kekisruhan di UI meledak karena Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri memberi gelar Doctor Honoris Causa (HC) kepada Raja Saudi Arabia. Di kalangan internal UI terjadi pertentangan ini.

Indra Dahfaldi

Minggu, 11 September 2011

Farhat Abas Juga akan Dilaporkan PKB

BeritaSanaSini - Kuasa hukum Dharnawati, Farhat Abas, juga akan dilaporkan seperti Lily Wahid oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan materi gugatan yang sama.

"Dia (Farhat Abas) yang pertama menyebut Muhaimin Iskandar terlibat suap," katanya saat forum halalbihalal dan konsolidasi kader PKB se-Jawa Timur di Surabaya, seperti yang dilansir Kompas.com Minggu (11/9/2011).

Diadi menegaskan, isu suap di tubuh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak ada hubungannya dengan PKB.

"Bahwa Mennakertrans Muhaimin Iskandar adalah Ketua DPP PKB itu benar, tetapi isu dana suap Kemnakertrans itu masuk ke PKB sebesar Rp 20 miliar, itu fitnah," katanya.

Dia meminta semua pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak ikut campur dan memperkeruh masalah. Imam yakin, hal itu adalah ulah oknum yang ingin menggembosi PKB dan tidak ingin PKB menjadi partai besar.

Indra Dahfaldi

Sabtu, 10 September 2011

PKB: Ada Kesan Suap di Kemenakertrans Diarahkan ke Menterinya

BeritaSanaSini - Wakil Ketua DPP PKB Syaiful Bahri Anshori mengungkapkan, tertangkapnya pengusaha dan pejabat kementerian dalam dugaan suap tidak otomatis menjerat menteri sebagai bagian dari kasus itu.

"Ada kesan, suap itu diarahkan pada menteri. Padahal, dana itu akan ditransfer ke daerah, jauh dari jangkauan menteri. Kesan itu bukanlah fakta hukum, melainkan opini di publik. Sebelum fakta hukum benar-benar nyantol ke menteri, janganlah Muhaimin Iskandar diadili dengan opini publik," tutur Syaiful, Jumat (9/9/2011) di Jakarta.

Ia berharap opini publik tentang korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemennakertrans) tidak langsung diarahkan kepada Mennakertrans yang juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Syaiful juga berharap, masyarakat mau memberi kesempatan kepada KPK untuk memproses kasus suap di Kemennakertrans agar berjalan sesuai prosedur.

Semua proses itu sepatutnya didasarkan pada fakta-fakta hukum, seperti bukti, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Sebelum ada keputusan hukum, berlaku asas praduga tak bersalah.

Indra Dahfaldi

Ditahan Polisi, Sepupu SBY Kirim Surat Terbuka ke SBY

BeritaSanaSini - Nur Tjahjono (50), sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditahan polisi karena perkara utang piutang. Ia mendekam di rumah tahanan Pacitan sejak 23 Juli 2011. Ia mengirim surat terbuka kepada Presiden Yudhoyono mengadukan masalahnya.

"Saya disangka menipu karena tidak mengembalikan uang pribadi pelapor yang katanya dikeluarkan pada saat menjadi tim sukses saya sewaktu proses Pilkada Bupati Pacitan 2010 Desember kemarin," terang Tjahjono dalam suratnya yang juga dikirim ke Kompas.com, Kamis (8/9/2011). Surat itu ditulisnya dari balik jeruji.

Dalam surat tertanggal 6 September 2011 itu, Tjahjono menyebut Yudhoyono dengan kakanda dan menyebut dirinya dengan adinda. Ibu Tjahjono adalah adik kandung ayah Yudhoyono. Ia bertanya pada Yudhoyono, kenapa nama Yudhoyono dibawa-bawa polisi sebagai restu untuk menahan dirinya.

"Adinda tidak mengerti dan tidak habis pikir kenapa dalam masalah ini mereka melibatkan nama keluarga. Semua pihak membawa nama Cikeas. Izin dan restu Cikeas selalu disebut untuk menangkap dan menahan Adinda," tulisnya.

Tjahjono mencalonkan diri sebagai calon Bupati Pacitan periode 2010-2015. Dia kalah. Setelah itu, sejumlah orang yang mengaku sebagai tim suksesnya menggugat secara perdata terkait utang piutang. Informasi yang dihimpun Kompas.com, para penggugat mengumpulkan KTP untuk kepentingan pencalonan Tjahjono. Satu KTP dihargai sekian rupiah.

Usai Pilkada, Tjahjono tak membayar kewajibannya yang mencapai sekitar Rp 900 juta. Pengadilan Negeri Kabupaten Pacitan memenangkan gugatan para penggugat dan memutuskan menyita harta bendanya.

Dalam suratnya kepada Yudhoyono, Tjahjono tidak menceritakan apakah persoalan yang membuatnya ditahan terkait masalah di atas. Ia hanya menyebut, ada yang melaporkan dirinya dengan tuduhan penipuan.

Terkait tuduhan itu, ia menyatakan, tidak pernah memerintahkan pelapor untuk menggunakan atau mengeluarkan uang pribadi. Ia juga menyatakan tidak pernah melakukan transaksi pinjam meminjam selama proses Pilkada.

Semula, lanjutnya, saat ia mulai ditahan, ada komunikasi yang terjadi antara pejabat Polres Pacitan dengan seseorang di Jakarta yang mengaku sebagai ajudan Yudhoyono. Ada janji yang diucapkan ajudan itu bahwa pihak Cikeas akan melunasi sejumlah uang yang dianggap sebagai kerugian pihak terlapor.

Pihak terlapor juga sepakat akan mencabut pengaduannya jika uangnya diganti. Namun, janji dari orang yang mengaku sebagai ajudan Yudhoyono tersebut tak kunjung terealisasi.

Tjahjono kembali bernegosiasi dengan pelapor. Hasilnya, pelapor bersedia mencabut pengaduannya. Namun, pihak Polres, tulisnya, tak bersedia menghentikan kasus ini.

"Semua pihak memberi keterangan bahwa masalah ini harus lanjut karena sudah ada titipan dari keluarga," tulis Tjahjono. Ia menulis kata keluarga dengan huruf besar. Kata keluarga mengacu pada keluarga Cikeas.

"Adinda ini terlalu kecil ibarat sebutir kerikil yang terlempar di jalanan, atau hanya seekor cacing yang kepanasan, atau ibarat hanya sekecil semut yang berlarian di kandang gajah. Jadi tidak ada gunanya kalau nama keluarga berperan dalam masalah nasib saya ini," tulisnya.

"Saya menyadari si kecil ini bisa saja segera binasa oleh sebuah kekuatan yang besar. Namun, adinda tetap berjuang untuk hidup dan kehidupan karena adinda punya anak dan isteri dan juga punya keyakinan bahwa tak sepantasnya yang besar harus menginjak-injak yang kecil," imbuhnya.

Sepupu Presiden Ditangkap

BeritaSanaSini - Setelah ditolak permintaan suaka politiknya oleh Kosta Rika, mantan senator Mario Uribe menyerah pada aparat keamanan Kolombia.

Sepupu yang sekaligus sekutu politik Presiden Kolombia Alvaro Uribe itu menyerahkan diri, Selasa (22/4) malam atau Rabu (23/4) waktu Indonesia.

Jaksa Kolombia sebelumnya memerintahkan penangkapan Mario atas tuduhan terlibat persekongkolan kriminal yaitu mendukung kelompok bersenjata ilegal. Lalu, Mario buru-buru masuk ke Kedubes Kosta Rika di Bogota untuk minta suaka politik, tetapi langsung ditolak.

Mario diseret keluar dari gedung kedubes menggunakan sebuah mobil SUV hitam dan dikawal empat motor polisi. Konvoi itu membelah kerumunan wartawan dan demonstran yang meneriaki Mario sebagai pembunuh. Para wartawan melihat dua orang duduk di bangku belakang SUV itu dengan kepala ditutup jaket.

Penangkapan itu mengakhiri hari Selasa yang penuh ketegangan. Skandal yang melibatkan politisi dan paramiliter sayap kanan itu semakin menusuk lingkaran dalam presiden Alvaro Uribe.

Mario (58), yang mundur dari Senat pada Oktober lalu ketika secara formal mulai diselidiki, merupakan pejabat paling berpengaruh yang terlibat dalam skandal itu. Ia dikenal lama sebagai sekutu presiden Uribe dan pada 1985 mereka membentuk partai politik.

Melalui juru bicaranya, Selasa malam, Presiden Uribe mengungkapkan perintah penahanan itu menyakitkannya. "Saya menanggung rasa sakit ini dengan patriotisme dan tanpa mengurangi pelaksanaan tugas saya, dengan tujuan utama melindungi lembaga," kata Uribe.

Dalam pernyataannya, jaksa sedang menyelidiki dugaan telah terjadi pertemuan antara Mario dengan mantan pemimpin paramiliter Salvatore Mancuso menjelang pemilu kongres 2002. Penyelidikan itu juga menunjuk pada pertemuan pada 1998 antara Mario dan Jairo Castillo Peralta, mantan sopir paramiliter.

Mancuso mengatakan, Mario minta dukungannya untuk maju dalam pemilu senat 2002. Sedangkan Castillo Peralta yang tinggal di pengasingan mengungkapkan, Mario bertemu dengan sejumlah panglima perang paramiliter pada 1998 untuk mencari tanah murah di sekitar pantai Karibia.

Mario menolak semua tuduhan itu. Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press pada April 2007, ia menyebut Castillo Peralta sebagai seorang pembohong, pembunuh dan bandit.

Terkait kasus ini, lebih dari 30 anggota dan mantan anggota Kongres yang sebagian besar pendukung Presiden Uribe ditangkap. Mereka dituduh mendukung dan mengambil keuntungan dari kelompok paramiliter sayap kanan.

Jumat, 09 September 2011

SBY Minta Maaf Belum Penuhi Harapan Rakyat

BeritaSanaSini - Di hari ulang tahunnya yang ke-62, Presiden SBY menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. SBY minta maaf belum semua permasalahan rumit yang mendera negara ini bisa segera diatasinya.

Permintaan maaf ini disampaikan langsung SBY di dalam sesi keterangan pers hari ulang tahun ke-62 dirinya. Keterangan pers dia sampaikan di ruang kerja di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/9/2011).

"Saya minta maaf kalau belum bisa memenuhi harapan agar negara mengatasi segera segala masalahnya," kata Presiden SBY.

Dia mengakui, korupsi adalah salah satu yang belum tuntas diberantas. Masalah lain yang masih ada adalah pengurangan kemiskinan, pengangguran dan membangun kehidupan bangsa dalam berdemokrasi yang lebih baik.

"Beberapa hari lalu saya terima surat mengenai praktek money politics yang makin mewabah. Baik di pilkada dan forum pemilihan lain di negara kita. Saya setuju, kalau kita gagal mencegah money politics, maka sia-sia kita bangun demokrasi," sambung SBY.

Lebih lanjut Presiden SBY minta doa restu agar pemerintahannya bisa semakin meningkatkan kerja dan capaiannya. Masalah yang masih ada, akan diselesaikan dengan pasti dan lebih baik lagi.

"Saya terima mandat ini. Masalah yang kita hadapi sedemikian kompleks, tentu butuh waktu untuk menyelesaikannya, tidak bisa dalam 1-2 hari atau 1-2 bulan. Maka saya mohon maaf kalau belum dapat memuaskan saudara-saudara," ujar SBY

Kamis, 08 September 2011

Ini Nama-nama yang akan Plontos di Depan KPK

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK),Fadjroel Rachman, akan menepati janji menggunduli kepalanya di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok, Jumat (09/09/2011).

Langkah Fadjroel ini akan diikuti oleh 8 orang lainnya yang berasal dari kalangan akademisi, seniman, aktivis, Rohaniawan dan professional.

Tema yang diangkat adalah merdeka dari korupsi bukan hanya untuk kasus Nazaruddin tetapi juga untuk kasus-kasus lainnya yang belum tuntas seperti kasus Century, Mafia Pajak, HC UI, Wisma Atlet, Menakertrans, Mafia Anggaran, Rekening Gendut Polri dan Cek Pelawat.

9 Orang ini nantinya akan di gunduli di depan gedung KPK sebagai bentuk ekspresi merdeka dari korupsi. Berikut 9 nama yang akan di plontos

1. Fadjroel Rachman (LSM)

2. KH. Maman (Ulama)

3. Profesor Thamrin Amal Tomagola (Akademisi)

4. Parman (Profesional)

5. Dwijo (seniman)

6. Dibo Pis (Aktivis)

7. Pdt Gun (Rohaniawan)

8. Sigit (Profesional)

9. Rizal (Profesional)

Ulang Tahun ke-62 Besok, SBY Tetap Ngantor

BeritaSanaSini - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok, Jumat (9/9) akan merayakan ulang tahunnya yang ke-62. Meski merayakan hari jadinya, Presiden tetap ngantor.

"Besok Presiden ada acara, ada acara intern juga," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Namun Julian enggan memaparkan acara apa saja yang akan dilakukan oleh Presiden besok.

Ditanya tentang kemungkinan akan ada syukuran, Julian belum bisa memastikan. Namun pengalaman sebelumnya, biasanya memang dilangsungkan syukuran kecil-kecilan.

"Belum ada info, biasanya ada syukuran kecil keluarga. Mungkin bisa di Cikeas, bisa juga di Istana," papar Julian.

Pada ultahnya ke-60 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menggelar beberapa acara. Di antaranya, pergi ke Stasiun Kota untuk meresmikan jalur kereta api ganda.

Di stasiun peninggalan Belanda tersebut, SBY meresmikan jalur ganda Kereta Api Patuguran-Porwokerto dan Petarukan-Larangan.

Presiden SBY saat itu juga mendapatkan dukungan yang selalu dia butuhkan memimpin Indonesia. Yaitu dukungan penuh dari istri dan seluruh anggota keluarganya.

Pernyataan dukungan disampaikan oleh Ny Ani Yudhoyono dalam acara syukuran hari ulang tahun ke-60 SBY. Acara digelar di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kab Bogor, Rabu (9/9/2009).

"Karena ini ulang tahun yang ke-60, jadi spesial. Semoga semakin amanah dan keluarga selalu mendukung," kata Ani.

Rabu, 07 September 2011

Jaksa Agung: Kasus Munir Sudah Tuntas

BeritaSanaSini  - Hari ini tepat 7 tahun tewasnya aktivis HAM, Munir Said Thalib. Namun siapa pembunuhnya, tak juga terkuak. Kasus ini makin gelap karena Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut penanganan kasus tersebut sudah optimal dan tuntas.

"Sebagaimana Saudara-saudara sudah ketahui kasus Munir, Kejaksaan sebetulnya kalau ditanya keseriusan, sudah sangat serius. Karena berkas perkara yang disampaikan oleh penyidik pada Kejaksaan itu sudah tuntas. Artinya sudah dilakukan penyelesaian kepada persidangan, sampai kita memberikan kekuatan hukum yang tetap," ujar Jaksa Agung Basrief Arief kepada wartawan di Kantor Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2011).

"Jadi, sebetulnya sudah tuntas dan kewenangan dari Kejaksaan sudah optimal," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan Munir terdapat dua terdakwa utama yakni Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda yang ikut serta dalam penerbangan Munir ke Belanda dan Muchdi Purwoprandjono yang didakwa menjadi aktor pembunuhan Munir.

Pollycarpus yang dinyatakan bersalah dan terbukti terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Munir, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara lewat Peninjauan Kembali (PK). Dalam HUT RI 17 Agustus 2011, Pollycarpus mendapat remisi 9 bulan 5 hari karena aktif di gerakan Pramuka.

Sedangkan untuk Muchdi Pr, pengadilan hingga tingkat kasasi memvonisnya bebas. Mantan Direktur V Badan Intelijen Negara (BIN) itu dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. Muchdi pun lepas dari jeratan.

Kendati demikian, terhadap putusan kasasi dari Mahkamah Agung tersebut, Kejagung pada tahun 2009 sempat menyatakan akan melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Namun, hingga kini PK Muchdi tak kunjung diajukan oleh Kejagung.

Saat hal ini kembali ditanyakan kepada Jaksa Agung, Basrief malah memberikan jawaban mengejutkan. Menurutnya, pengajuan PK atas putusan kasasi Muchdi bukan menjadi kewenangan Kejaksaan.

"Masalah PK ini kan urusan debatable. Jadi kalau kita mengacu pada KUHAP, itu bukan kewenangan Kejaksaan, itu hak terpidana dan ahli waris," ucapnya.

Jawaban Basrief ini terasa janggal. Sebab, meski dalam KUHAP dinyatakan jaksa tidak memiliki hak untuk mengajukan PK, toh selama ini Kejaksaan tetap saja mengajukan PK atas sejumlah kasus.

Namun, Basrief berdalih bahwa Kejaksaan selalu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan PK atas sejumlah perkara. "Tidak semua, kita lihat dulu pada kepentingannya," dalihnya.

"Pertama, saya tegaskan kewenangan hak dari PK itu adalah hak terpidana atau ahli waris. Kemudian kita melihat seberapa besar yang harus kita sampaikan pada pengajuan PK itu, khususnya terkait masalah keamanan negara dan lain sebagainya," jelas Basrief.

Dia bersikukuh bahwa pengajuan PK dalam kasus ini seharusnya dilakukan oleh pihak keluarga Munir. Dan, lanjutnya, Kejaksaan tidak dalam posisi menunggu keputusan keluarga Munir.

"Keluarga yang dimaksud itu kan dari terpidana. Jadi sesuai ketentuan, itu hak keluarga dan ahli waris, bukan Kejaksaan yang menunggu keputusan keluarga," tandasnya.

Pada 7 September 2004 silam, di atas pesawat Garuda Indonesia yang membawanya dari Jakarta ke Amsterdam, Munir (38), tewas dengan cara diracun. Terdapat kandungan arsenik belebih dalam tubuhnya.

Presiden SBY Kecewa

BeritaSanaSini - Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa terhadap tindakan penonton dan pendukung tim nasional yang menyalakan petasan pada saat pertandingan antara Indonesia dan Bahrain.

"Presiden kecewa karena itu bertentangan dengan sportivitas olahraga," kata Julian setelah Presiden Yudhoyono meninggalkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia antara Timnas Indonesia dan Timnas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam.

Menurut Julian, Presiden menegaskan, memenangkan pertandingan adalah hal yang penting. Namun, menjaga sportivitas tidak kalah penting.

Meski meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai, Kepala Negara meminta Menpora Andi Mallarangeng dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo untuk tetap di Stadion.

"Guna menjaga situasi tetap menjadi kondusif untuk bisa dilanjutkan kembali. Tadi bapak presiden tidak berkenan untuk terus melanjutkan menonton pertandingan," katanya.

Menurut Julian, pemerintah akan meminta penjelasan dari Polri dan panitia kenapa hal seperti itu bisa terjadi.

"Yang kita inginkan sebagai tuan rumah yang baik, penonton yang baik, harus menjaga sportivitas," katanya.

Sementara itu, Menpora Andi Mallarangeng mengakui bahwa Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) selalu bersikap tegas terhadap segala jenis gangguan pertandingan.

"Oleh karena itu ke depan ini jadi pelajaran," katanya. Dia berharap pihak keamanan bisa melakukan pemeriksaan dengan ketat, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.

Namun demikian, dia berharap dukungan terhadap Timnas tidak surut. Dia menegaskan, dukungan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pergi meninggalkan laga Pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia antara Timnas Indonesia dan Timnas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam, sesaat setelah sejumlah penonton menyalakan petasan dan melempari pemain Bahrain dengan botol air minum.

Peristiwa itu terjadi sekitar menit ke-80, atau sepuluh menit sebelum babak kedua berakhir. Saat itu, Indonesia sudah tertinggal 0-2. Secara mendadak sejumlah penonton menyalakan petasan. Pihak panitia sempat melarang penonton melakukan hal itu.

Namun, sejumlah penonton tetap menyalakan petasan. Bahkan, beberapa penonton yang lain melemparkan botol air minum ke arah para pemain cadangan Bahrain yang sedang pemanasan.

Setelah kejadian itu, Yudhoyono mendadak berdiri dan pergi meninggalkan tribun kehormatan. Dia pergi sambil menatap dan menunjuk ke arah penonton yang menyalakan petasan dan melempari pemain.

Presiden yang diikuti perangkat kepresidenan kemudian menuju ruang VVIP. Mereka sempat membicarakan sesuatu di ruang itu.Beberapa saat kemudian, Presiden Yudhoyono meninggalkan stadion. Dia tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan."Itu pertandingan belum selesai," katanya tanpa tersenyum dan dengan mimik muka serius.

Kronologis Insiden SBY meninggalkan SUGBK

BeritaSanaSini - Ulah suporter Indonesia yang melakukan pelemparan botol air minum pada bangku cadangan Bahrain dan menyalakan petasan, sangat disayangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahkan orang nomor satu di Indonesia tersebut langsung meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Peristiwa tersebut terjadi di menit ke-80, ketika itu, Indonesia sudah tertinggal 0-2 dari Bahrain.

Tanpa diduga sebelumnya, sejumlah penonton menyalakan petasan, bahkan ketika Panitia Pelaksana Pertandingan menghimbau untuk menghentikan hal tersebut, beberapa penonton lain melempari sejumlah pemain cadangan Bahrain yang sedang pemanasan menggunakan botol air minum

Setelah kejadian itu, SBY mendadak berdiri dan pergi meninggalkan tribun kehormatan. Dia pergi sambil menatap dan menunjuk ke arah penonton yang menyalakan petasan dan melempari pemain.

Presiden yang diikuti perangkat kepresidenan kemudian menuju ruang VVIP. Mereka sempat membicarakan sesuatu di ruang itu.
Beberapa saat kemudian, SBY meninggalkan stadion. Dia tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan."Itu pertandingan belum selesai," katanya tanpa tersenyum dan dengan mimik muka serius.


Mengutip twitter dari @yunartowijaya "Pemimpin adalah seseorang yang juga bisa ikut "merasakan", bukan hanya "merayakan"

Idealnya SBY Tak Perlu Respon Emosi Penonton

BeritaSanaSini - Berbagai kalangan menilai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meninggalkan kursi stadion Gelora Bung Karno karena ulah suporter yang menyalakan petasan dianggap kurang tepat.

"Idealnya SBY tetap ada di situlah. Mestinya emosi penonton tidak perlu direspon dengan emosi presiden," ungkap pengamat komunikasi politik Arie Sudjito seperti yang dilansir detikcom, Rabu (7/9/2011).

Arie mengatakan, harusnya SBY bisa memahami karakter para suporter Indonesia. Toh, sikap itu tak lain ditunjukkan sebagai bentuk dukungan, meskipun Arie menilai tak perlu sampai melepaskan petasan. Menurut Arie, sikap SBY tersebut justru mempermalukan dunia persepakbolaan Indonesia.

Selain itu, SBY memperburuk psikologis para pemain. "Realitas ini harusnya dijadikan pelajaran. Tetap di tempat dan memberi dukungan untuk pemain itu lebih baik, karena ini kan disaksikan FIFA juga. Kan malu," tambahnya.

Kamis, 25 Agustus 2011

Kepala Khadafi Dibandrol 14 Miliar Rupiah

TRIPOLI, BeritaSanaSini - Pihak oposisi Libya mengatakan akan memberikan hadiah sebesar 1 juta Poundsterling atau sekira Rp14 miliar (Rp13,988 per poundsterling) kepada siapa saja yang dapat memberitahu keberadaan Pemimpin Libya Moammar Khadafi.

Pengumunan ini disampaikan bersamaan dengan sumpah loyalis Khadafi bersumpah akan terus memberikan perlawanan kepada pasukan oposisi. Dua pengusaha asal Bengazhi dikabarkan bersedia untuk memberikan uang tebusan tersebut.

Selain itu Ketua Dewan Transisi Nasional Abdel Jalil memberikan amnesti bagi orang yang berada di lingkaran dalam Khadafi jika berhasil menangkap atau membunuhnya.

"NTC mengumumkan siapa pun yang dekat dengan Khadafi telah membunuhnya atau menangkapnya, masyarakat akan memberikan pengampunan atas kejahatan yang dibuatnya," ungkap Abdel Jalel seperti dikutip Telegraph, Kamis (25/8).

Sejak Tripoli jatuh ke tangan oposisi, keberadaan Khadafi belum diketahui. "Kami memperkirakan dia masih bersembunyi di Tripoli. Mungkin saja dia bersembunyi di wilayah Al Hadhba Al Khandra," jelas seorang pejabat NTC.

Sebelumnya pihak oposisi berhasil masuk ke kediaman Khadafi di Bab Al Aziziya. Mereka berhasil menyita senjata dan menghancurkan simbol-simbol Khadafi.

Sukardi Hasan

Partai SRI : Sri Mulyani Sekutu AS, Itu Rumor

JAKARTA, BeritaSanaSini – Kemunculan nama Sri Mulyani dalam isi kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta oleh situs Wikileaks sebagai sekutu AS menuai tanggapan beragam, tetapi tidak dengan Partai SRI sendiri yang mengusung nama Sri Mulyani sebagai calon Presiden RI pada pemilu 2014 mendatang.

Ketika PedomanNEWS.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut lewat surat elektronik Kamis (25/8), Sekretaris Pers Partai SRI Efika Rosemarie mengatakan bahwa apa yang Wikileaks bocorkan itu adalah rumor yang faktanya belum jelas dan mereka tidak ingin menanggapi itu.

“ Ini adalah rumor yang faktanya belum jelas, karena itu Partai SRI tidak ingin menanggapi sesuatu yang kebenarannya masih di pertanyakan “ jawab Efika

PedomanNews

Iklan Sitti

Adcorn

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India