Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2011

Jose Mourinho Imbau Fans Beri Dukungan Penuh Ke Inter Milan

BeritaSanaSiniPelatih Real Madrid Jose Mourinho meminta supaya fans Inter Milan memadati Giuseppe Meazza untuk memberikan dukungan penuh kepada Nerazzurri saat menghadapi Juventus, Minggu (30/10) dinihari WIB.

Mourinho mengaku dirinya masih terus memantau perkembangan Inter, sekalipun ia telah meninggalkan klub itu. Menurut Mourinho, fans akan memegang peranan penting dalam memberikan inspirasi bagi pemain Inter untuk memenangi duel.  Inter hanya memenangi dua laga dari delapan pertandingan yang telah dijalani. Tim besutan Claudio Ranieri menyadari, kemenangan akan membuat mereka menjadi lebih percaya diri di musim 2011/12. Mourinho pun merasa yakin Inter bisa membalikkan nasib buruk mereka.

“Saya percaya dengan pengalaman yang dimiliki Ranieri, dan juga yakin dengan para pemain,” ujar Mourinho kepada La Gazzetta dello Sport. 

“Seperti yang Anda ketahui, saya masih mengikuti perkembangan Inter dari Spanyol.”

“Yang saya minta hanya lah dukungan fans. Itu sangat dibutuhkan, dimana Inter bermain tidak hanya dengan 11 pemain, tapi 60 ribu pendukung di belakangnya.”

Minggu, 23 Oktober 2011

Inter: Selamat Jalan, Simoncelli

BeritaSanaSini - Keluarga besar Inter Milan menyatakan ikut berbela sungkawa atas tewasnya pebalap MotoGP, Marco Simoncelli, akibat kecelakaan, di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/2011)."Presiden Massimo Moratti, pelatih Claudio Ranieri, para pemain, dan setiap orang di Inter berduka cita bersama dengan dunia olahraga Italia atas tewasnya pebalap MotoGP Marco Simoncelli pada usia 24 tahun. Ia tewas akibat tabrakan dalam perlombaan di Malaysia," ujar Inter dalam situs resminya.
"Dalam kenangan akan seorang juara muda yang penuh gairah itu, Inter ingin memberikan dukungan kepada keluarga Marco Simoncelli dan rekan-rekan," lanjut mereka. 

Sabtu, 22 Oktober 2011

Motta: Jika Keluar Dari Barca, Messi Harus Pilih Inter

BeritaSanaSini - Thiago Motta yakin kalau suatu saat Lionel Messi keluar dari Barcelona, dan menyarankan pada striker tersebut untuk bergabung bersama Inter Milan.

Sudah lebih satu dekade ini Messi berada di klub asal Catalan itu, sejak ia diboyong dari Argentina saat masih belia. Sudah banyak gelar yang ia raih baik secara individu atau untuk klubnya sejak ia memulai debutnya pada tahun 2004 lalu.

Motta yang juga pernah bermain bersama Messi selama enam musim di Barca yakin kalau striker berusia 24 tahun itu tidak akan menghabiskan seluruh karirnya dengan berbaju Blaugrana. "Jika Messi suatu saat meninggalkan Barcelona maka tim pertama yang seharusnya ia tuju adalah Inter," kata Motta pada stasiun TV Inter Milan.

"Ia masih muda, tapi cepat atau lambat waktu momen perubahan baginya akan segera datang."

Motta tetap yakin kalau Messi akan bersedia ke San Siro, meski faktanya saat ini Inter terpuruk di posisi 17 klasmen sementara Serie A dengan hanya meraih sekali kemenangan saja musim ini

Istri Irfan Bachdim Hamil Empat Bulan

BeritaSanaSini -Pesepakbola tanah air, Irfan Bachdim dan istrinya Jennifer Bachdim kini tengah berbahagia dengan kehamilan bayi pertama mereka yang kini sudah berusia sekitar empat bulan.

Kim Jeffrey Kurniawan, adik Jennifer Bachdim saat ditemui ketika mengikuti latihan Persema Jumat (21/20/2011), melihat perut kakaknya sudah mulai membuncit. Namun tidak tahu pasti berapa usia kandungannya, dan juga tidak tahu kapan diperkirakan akan melahirkan.

"Saya tidak tahu kapan akan melahirkan. Kalau dua bulan lagi melahirkan, saya kira tidak mungkin, mungkin usia kehamilannya baru empat bulan," ucap Kim kepada Tribunnews.

Irfan Bachdim dan Jennifer Kurniawan menikah di Jerman pada 8 Juli 2011. Sejak menikah Kim mengaku tidak banyak berkomunikasi dengan mereka, apalagi untuk urusan rumah tangga.

"Saya hanya tahu kalau perutnya sudah mulai membesar," tambahnya. Sementara itu Irfan Bachdim sendiri saat ini sedang bermasalah dengan timnas U-23 Indonesia, dirinya dinilai indisipliner dan masih menunggu hukuman yang bakal dijatuhkan.

Fans MU dan City Kompak Hadiahkan Truk Sampah untuk Tevez

BeritaSanaSini - Musim ini Carlos Tevez resmi menjadi musuh nomor satu di Kota Manchester. Bukan cuma fans Manchester United yang membencinya. Kini kubu Manchester City pun mulai tidak menyukai sosok Tevez.

Bagi fans Manchester United sudah jelas pengkhianatan Tevez dianggap sebagai dosa besar. Sementara bagi fans Manchester City, sikap menolak bermain yang ditunjukkan Tevez membuat mereka mulai tidak menyukai striker berkebangsaan Argentina itu.

Menariknya, kubu Manchester United sudah memfasilitasi para fans dari kedua kubu untuk menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap Tevez. Betfair, sebagai salah satu sponsor Manchester United, sudah menyediakan truk sampah besar sejak sebelum laga derby dimulai.

Truk sampah itu khusus disediakan bagi fans Manchester City dan Manchestrer United yang ingin membuang kostum Tevez, baik dalam seragam merah (Manchester United) ataupun biru muda (Manchester City).

Demi memfasilitasi kedua kubu, dua sisi truk pun dicat dengan warna berbeda. Satu sisi berwarna merah untuk fans Manchester United, dan sisi satunya berwarna biru muda untuk fans Manchester City. Di kedua sisi terdapat gambar Tevez dan tulisan "Trash Your Tevez Shirt ". Berminat membuang koleksi jersey Tevez milik Anda?

Rabu, 19 Oktober 2011

Pazzini: Kemenangan Bantu Inter Lewati Masa Sulit

BeritaSanaSini - Pahlawan kemenangan Internazionale atas Lille di Liga Champions, Giampaolo Pazzini mengaku bahwa kemenangan bakal membantu Nerazzurri mengatasi masa sulit.

"Ini adalah kemenangan penting, meski kami harus bersusah payah di babak kedua," ujar Pazzini seusai laga.

"Kami sangat membutuhkan kemenangan ini," tegasnya.

"Saya berhasil mencetak gol dan saya sangat bahagia. Tentu saja kami tahu bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus kami lakukan dan kami harus terus berkembang, namun kemenangan akan membuat segalanya kembali lancar."

Kini Inter berada di puncak klasemen sementara Liga Champions jauh berbeda dengan hasil yang mereka raih di Serie A, bahkan kini mereka juga terancam masuk dalam zona degradasi.

"Tidak ada gunanya untuk mempertanyakan apa yang terjadi sejauh ini, kami hanya harus menatap masa depan dan terus berusaha untuk kembali ke puncak."

Pazzini juga menyebut, kembalinya dua pemain andalan Inter akan membuat Inter bangkit.

"Tentu saja kembalinya Thiago Motta dan Wesley Sneijder sangat penting, dan Anda bisa lihat perbedaannya ketika mereka berada dalam kondisi fit."

Jumat, 14 Oktober 2011

'Eto'o ke Inter, Kenapa Tidak'

BeritaSanaSini - Kabar yang menyebutkan bahwa Samuel Eto'o bakal kembali ke Internazionale besar kemungkinan menjadi kenyataan, bahkan agen Eto'o tak menyangkal kemungkinan tersebut.

Menurut agen Eto'o, Claudio Vignorelli, skenario untuk kembali bermain di Italia bersama Inter sebagai pemain pinjaman bukanlah hal yang aneh.

Apalagi di bulan Januari dan Februrari 2012 nanti Liga Premier Rusia sedang libur musim dingin.

"Kembali ke Inter? kenapa tidak apalagi Liga Rusia sedang libur," ujar Vignorelli.

Meski begitu, wacana tersebut langsung mendapat reaksi keras dari pihak Anzhi, klub yang membeli Eto'o seharga 30 juta Euro di bursa transfer musim panas ini.

"Sangat tidak mungkin untuk membayangkan skenario tersebut, bahkan dalam mimpi terburuk anda," ujar Direktur Teknik Anzhi, German Chistiakov.

"Untuk saat ini, Eto'o akan melakukan persiapan untuk menjalani musimnya bersama Anzhi dan dia akan melakukannya sebagai seorang profesional."

Wacana kembalinya Eto'o ini semakin mempertegas kesalahan yang dilakukan oleh Inter di musim panas ini, di saat mereka berusaha untuk kembali meraih Scudetto, Nerazzurri malah menjual pemain bintangnya.

Selain itu, pembelian yang dilakukan oleh Inter pun juga tak benar-benar memberi dampak positif, sejauh ini Diego Forlan yang diplot untuk menggantikan Eto'o belum menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Kamis, 13 Oktober 2011

Breaking News : Eto'o akan dipinjamkan Anzhi ke INTER sampai bulan maret mendatang.

BeritaSanaSini - Baru saja hengkang ke Anzhi Makhachkala pada lantai transfer musim panas kemarin, Samuel Eto'o sudah diisukan bakal pulang ke Inter Milan saat bursa pemain jilid II dibuka Januari 2012.

Rumor yang diembuskan La Gazzetta dello Sport ini mencuat setelah Eto'o, yang dilego Inter seharga €28 juta, terlihat menyambangi Kota Milano selama jeda internasional akhir pekan lalu.

Sebelum resmi hijrah, penyerang asal Kamerun itu menegaskan dirinya bakal selalu mendukung Il Biscione, dan salah satu bentuk dukungan itu disinyalir berupa kesiapan merumput lagi di Giuseppe Meazza.

Kembalinya Eto'o ini memang tak bakal bersifat permanen, melainkan hanya peminjaman. Kans untuk itu cukup terbuka mengingat Liga Primer Rusia edisi terkini akan berakhir pada awal November dan musim anyar baru bergulir Maret tahun depan.

Selain itu, eks bintang Barcelona tersebut juga dipastikan tak bakal berpartisipasi di Piala Afrika pada bulan Januari lantaran Kamerun gagal lolos, yang berarti ia akan 'menganggur' untuk sementara.

Inter pun disebut sengaja mengosongkan satu slot untuk pemain non-Uni Eropa demi mempersiapkan kembalinya Eto'o.

Apabila terealisasi, transfer ini bisa disamakan dengan kala David Beckham merumput bersama AC Milan sebagai personel pinjaman dari LA Galaxy pada tengah musim 2008/09 dan 2009/10 menyusul rampungnya musim MLS Amerika Serikat.

Apa pun, semua kemungkinan di atas tentu tergantung pula pada persetujuan kubu Anzhi sebagai pemilik sah sang bomber saat ini.

Selasa, 11 Oktober 2011

Review: Kalah, Pintu Indonesia ke Brasil 2014 Tertutup

BeritaSanaSini - Peluang Indonesia untuk terus melaju ke Brasil bisa dikatakan tertutup sudah, setelah kembali menelan kekalahan ketiga berturut-turut di Putaran Ketiga Kualifikasi Pra Piala Dunia 2014. Kali ini, giliran Qatar yang membuat tim Garuda Merah Putih menyerah 2-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (11/10).

Mampu membalas dua gol di babak pertama, membuat Indonesia terlihat bersemangat di babak kedua. Baru empat menit babak kedua berjalan, Cristian Gonzales hampir saja mencetak hattrick kala ia menerima umpan terobosan Purwoko Yudhi. Sayang, tendangannya di tengah kerumunan empat pemain Qatar itu masih membumbung di atas gawang tim tamu.

Namun, justru Qatar yang tertekan malah mendapatkan gol mereka sepuluh menit kemudian. Berawal dari serangan balik cepat, Mohammed Razarak tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Ferry Rotinsulu. Tanpa hambatan yang berarti, pemain bernomor punggun 16 itu pun membuat Qatar kembali memimpin 3-2.

Gol tersebut seolah membuat Indonesia sedikit mengendur, apalagi stamina tim Garuda Merah Putih ini juga mulai turun. Keunggulan 3-2 tersebut juga dijadikan Qatar untuk mencoba mengulur-ulur waktu dengan melakukan pergantian pemain. Sang pencetak gol pertama mereka, Abdulaziz al Aulaiti ditarik keluar dan digantikan Hasan Al Haydos.

Wim Rijsbergen langsung menanggapi pergantian pemain itu dengan memasukkan Ahmad Bustomi untuk menggantikan Purwoko Yudhi saat laga memasuki menit ke-75. Namun, dua menit kemudian justru gawang Ferry kembali terancam. Beruntung, tendangan pemain Qatar masih membentur tiang gawang Indonesia.

Setelah Qatar menarik keluar dua pemainnya sekaligus, Wim akhirnya memasukkan Yongki Aribowo di menit ke-85, dan menarik keluar pemain bertahan, Hamka Hamzah. Namun, pergantian pemain itu tak mengubah permainan Indonesia dan skor 3-2 untuk keunggulan Qatar mengakhiri laga ini.

Dengan tanpa satu poin pun dari tiga laga yang telah dimainkan, Indonesia kini menjadi juru kunci Grup E. Peluang mereka untuk melaju ke Piala Dunia bisa dikatakan musnah. Sebab dua dari tiga laga berikutnya merupakan partai tandang. Sedangkan partai kandang, Indonesia harus menjamu tim kuat Iran 15 November ini.

Javier Zanetti Rela Tanda Tangan Surat Kontrak Kosong Di Inter

BeritaSanaSini - Kapten Inter Milan Javier Zanetti menegaskan, dirinya masih ingin terus bermain hingga dua musim ke depan, walau usianya sudah melebihi 40 tahun.

Kontrak Zanetti bersama Inter akan selesai pada 2013. Namun pemain berusia 38 tahun ini menegaskan dirinya belum mempertimbangkan untuk segera pensiun. Zanetti menyampaikan maksudnya tersebut disela-sela acara penghargaan Sepatu Emas di Monte Carlo.

“Karir saya belum selesai,” tegas Zanetti kepada Gazzetta dello Sport.

“Jika kaki saya tidak 'berkhianat', saya ingin memperpanjang kontrak hingga 12 bulan berikutnya. Saya rela tanda tangan di atas kertas kosong, dan presiden [Massimo] Moratti tinggal menentukan gajinya.”

Zanetti telah memperkuat Inter selama 17 musim, dan menjalankan debutnya di Serie A pada tahun 1995. Zanetti sudah bermain di 760 pertandingan di semua kompetisi bagi Inter, 90 diantaranya di Liga Champions.

Senin, 10 Oktober 2011

Figo Yakin Inter Akan Bangkit

BeritaSanaSini - Mantan pemain Inter yang juga anggota direksi tim kota Milan itu, Luis Figo, punya keyakinan penuh bahwa Inter akan bangkit.

Nerazzurri sedang goyah. Hasil buruk di awal musim bersama pelatih Gian Piero Gasperini membuat tim Biru-Hitam keteteran di papan klasemen Sementara Serie A.

Inter yang saat ini dilatih Claudio Ranieri telah menyelesaikan lima partai Serie A dengan hasil satu kemenangan, satu seri, dan tiga kali kalah. Catatan itu membuat Inter terdampar di papan bawah.

Meski begitu Figo tetap yakin soal kans Inter. menurut pria asal Portugal itu, kembalinya Wesley Sneijder dan Douglas Maicon dari cedera bakal membantu Inter bangkit dari keterpurukan.

"Kami akan kembali ke jalur sebenarnya dengan kehadiran Sneijder dan Maicon," kata Figo dikutip dari La Gazzetta dello Sport. "Periode cedera akan lewat."

Banyak pihak menilai skuad Inter saat ini sudah 'kenyang' gelar. Namun Figo menampik anggapan itu dan menegaskan bahwa para pemain Inter masih punya motivasi besar untuk memenangi trofi. "Inter masih lapar kesuksesan dan mereka akan menunjukan hal itu. Saya yakin Inter bisa meraih lagi gelar juara tahun ini.

Jumat, 07 Oktober 2011

Paling Jarang Melanggar, Chelsea Diganjar Hadiah

BeritaSanaSini - Chelsea mendapatkan kejutan yang cukup menyenangkan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) baru-baru ini. Mereka mendapat hadiah dari FA karena tim yang paling sedikit melakukan pelanggaran musim lalu.

Walau gagal menjadi juara musim lalu, Chelsea ternyata bisa dikatakan tak gagal sama sekali. Klub asal London Barat itu berhasil memuncaki Liga Fair Play sebagai klub yang paling jarang melakukan pelanggaran. Atas prestasinya itu, mereka diganjar FA dengan cek senilai 30 ribu pound, yang kemudian diserahkan pada yayasan yang dinaungi Chelsea.

Selain Chelsea, FA juga memberikan cek senilai 20 ribu pound pada Sunderland. Cek itu diberikan FA pada Sunderland sebagai hadiah atas perilaku suporter The Black Cats yang dinilai oaling baik ketimbang klub lainnya di Liga Inggris.

Di sisi lain, FA juga memberikan hadiah masing-masing 10 ribu pound pada Watford FC dan Rochdale AFC. The Hornets dan The Dale diberi hadiah tersebut karena menjadi klub paling Fair Play dibandingkan klub-klub lain yang berkiprah di Championship Division.

Kamis, 06 Oktober 2011

Internazionale Incar Mario Gotze

BeritaSanaSini - Internazionale tampaknya telah mempersiapkan diri untuk kehilangan salah satu gelandang terbaiknya, Wesley Sneijder dengan mengincar pemain muda Borussia Dortmund, Mario Gotze.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Sneijder menjadi buruan utama dua tim asal Liga Premier Inggris, Manchester City dan Manchester United, bahkan pemain Belanda tersebut hampir hengkang di musim panas ini.

Untuk itu, Inter pun menyiapkan pengganti yang sepadan, yakni gelandang muda Jerman berusia 19 tahun, Mario Gotze.

Selain untuk menggantikan Sneijder, Inter juga berencana untuk melakukan peremajaan, sehingga Gotze lah yang dipilih sebagai alternatifnya.

Namun, perjuangan Inter sedikit berat, pasalnya, tim-tim besar seperti United, Juventus, Liverpool, Arsenal, Barcelona dan juga Bayern Munich, juga siap menggelontorkan dana besarnya.

Diyakini, Gotze bakal dilepas dengan harga sebesar 30 juta Euro.

Selasa, 04 Oktober 2011

Inter: Dua Diskors, Tiga Didenda

BeritaSanaSini - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang kini tengah dihadapi oleh runner up Serie A musim lalu, Internazionale.

Inter sebenarnya kini mulai bangkit dari keterpurukan, namun pertandingan kedua bagi pelatih baru Inter, Claudio Ranieri menjadi petaka bagi Nerazzurri.

Bukan hanya karena harus mengalami kekalahan memalukan 3-0 dari Napoli, namun beberapa pemain dan juga Ranieri harus mendapat hukuman dari komisi disiplin.

Dalam pertandingan tersebut, Ranieri diusir oleh wasit karena melakukan protes berlebihan dan gelandang Joel Obi diusir oleh wasit Gianluca Rocchi karena mendapat dua kartu kuning.

Atas hal tersebut, keduanya mendapat hukuman dilarang tampil saat Inter bertandang ke markas Catania di Giornata 7.

Namun, tak berhenti di situ, Ivan Cordoba dan Diego Milito mendapatkan denda sebesar 10 ribu Euro, karena melakukan protes berlebihan.

Sedangkan kapten Inter, Javier Zanetti mendapat denda sebesar 1.500 Euro, juga karena protes.

Selain itu, Inter juga mendapatkan denda sebesar 8 ribu Euro.

Berbuat Mesum, Sepasang Fans Munich Diusir Dari Stadion

BeritaSanaSini - Sepasang fans Bayern Munich mengalami hal yang tidak mengenakan di laga kontra Hoffenheim akhir pekan kemarin, mereka berdua harus rela diusir keluar stadion karena tertangkap basah bercinta di tribun.

Laga yang dimainkan di stadion Rhein-Neckar-Arena Sabtu (01/10) itu sendiri berakhir imbang tanpa gol alias 0-0 dan membosankan, namun kisah seru justru hadir dari tribun penonton.

Hanya 16 menit setelah kick off dua sejoli yang berada di tribun para pendukung tim tamu Bayern Munich, tertangkap kamera sedang bercinta di antara para pendukung yang lain.

"Saya sempat berpikir apa yang saya lihat adalah salah," salah satu reporter melaporkannya kepada media Bild. "Mereka sama sekali tidak punya beban sepertinya, tanpa basa-basi menurunkan celana mereka dan melakukannya begitu saja,"

"Orang-orang di sekitar mereka ternyata tidak terganggu dengan hal itu," Namun kegiatan mesum di depan umum tersebut tidak terlalu lama berjalan, karena staf stadion langsung mendatangi mereka berdua.

"Pengawas yang mengetahui hal itu mendatangi mereka, dan meminta keduanya segera menghentikan 'kegiatan' mereka tersebut,"

Kedua sejoli tersebut awalnya patuh, namun begitu laga memasuki momen turun minum, keduanya kembali melakukan aksi serupa. Petugas tak perlu ba bi bu langsung mengusir keduanya keluar stadion dan mengancam akan menahan mereka dengan tuduhan aksi ketidaksenonohan di depan publik.

Senin, 03 Oktober 2011

Allenatore Inter Vs. Gianluca Rocchi

BeritaSanaSini -Ternyata sejarah wasit Gianluca Rocchi dengan I Nerazzurri cukup panjang ya. Berikut beberapa komentar yang pernah dilontarkan allenatore Inter.

17 Mei 2008 – Roberto Mancini: Nama Rocchi adalah ketidakberuntungan Inter. Dia pernah memimpin tiga pertandingan I Nerazzurri dan kami tidak pernah mengakhiri pertandingan dengan pemain lengkap.

Ungkapan Mancini memang berlebihan karena hanya Pele yang diusir Rocchi, tetapi di tiga pertandingan tersebut Inter selalu bermain imbang 1-1 dengan Juventus, Sampdoria dan Genoa.

25 Januari 2010 – Jose Mourinho: Laga yang aneh. Saya menyadari mereka tidak akan pernah membiarkan kami menjadi juara. Semua dilakukan untuk mencegah Inter meraih kemenangan, tetapi skuad saya kuat dan kami akan meraih Scudetto.

Ucapan ini keluar setelah Wesley Sneijder dan Lucio diusir keluar lapangan pada laga derby Milan yang dimenangkan Inter 2-0. Siapa wasitnya? Ya, Anda benar Gianluca Rocchi.

1 Oktober 2011 – Claudio Ranieri: Dalam 20 tahun terakhir, protes bukanlah sesuatu yang biasa saya lakukan. Tetapi dengan pengalaman segudang saya bisa mengatakan wasit mana yang bersikap adil dan tidak. Pemain Inter tidak pantas mendapat hukuman seperti ini. Saya bahkan diusir karena dinilai melakukan protes berlebihan.

Joel Obi dan Ranieri diusir Gianluca Rocchi dari lapangan hijau. Obi mendapat kartu kuning kedua karena melakukan tekel (dianggap) di dalam kotak penalti. Ranieri yang melakukan protes terhadap keputusan itu bernasib sama.

Minggu, 02 Oktober 2011

Komentar Pemain Usai Pertandingan

BeritaSanaSini - Zanetti: "Itulah sepakbola, sayang sekali"
"Sebuah babak pertama sangat baik melawan tim yang hebat, tapi ada penyesalan karena jika ada satu tim yang pantas mendapatkannya itu Inter." Sebuah komentar pahit dari Javier Zanetti mengenai pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza, tetapi meskipun semua terjadi keraguan, kapten terus melihat ke depan. "Kita harus bergerak maju Sayangnya itulah sepak bola. Ada banyak kejadian yang sepertinya meragukan menghadapi kami. Kami mencoba untuk meminta beberapa penjelasan, tapi tidak terlalu banyak karena yang dapat membuat Anda dikeluarkan dari lapangan."
Zanetti kemudian mengalihkan perhatiannya kepada penggemar Inter: "Saya harus mengucapkan terima kasih kepada mereka. Pada akhir pertandingan di ruang ganti kita mengatakan bahwa kita akan melangkah lebih jauh karena kami telah menyelesaikan babak pertama yang hebat."

Julio Cesar: "Wasit menghancurkan segalanya"
Setelah pertandingan Julio Cesar berbicara kepada Inter Channel:."Wasit benar-benar melakukan semuanya salah. Saya tidak pernah mengeluh tentang wasit tapi hari ini adalah sesuatu yang memalukan. Tidak ada penalti, Campagnaro terjatuh di dalam kotak Anda tidak dapat melakukan itu dan itu harus tentukan lagi. kartu kuning saya? saya marah karena saya kiper mendapatkan sanksi, dan tim saya terlalu ini. benar-benar memalukan karena suasana yang indah, sebuah pertandingan yang indah, dengan pertengahan pertama yang fantastis. Tapi dia merusak semuanya. kartu kuning Obi adalah konyol. Obi kuat, dia dewasa. kasihan padanya. dia harus mengambil sikap dirinya dan bergerak maju, karena ia tidak membuat kesalahan malam ini. saya berpikir bahwa Rocchi wasit , dalam perjalanan pulang, akan melihat bahwa itu bukan malam yang positif baginya. Terima kasih kepada fans untuk cara mereka mendukung kami. "

Obi: "Terima kasih kepada para fans yang mendukung"
Joel Obi Berbicara dimikrofon di siaran Inter Channel, pesan dari awal bahwa tidak ada keadilan dan kemudian tidak adil memberikan kartu kuning kedua dan pinalti untuk Napoli, meski terjadi kontak fisik itu terjadi di luar kotak: "Saya menangkan perebutan bola dan bola tetap berada di kakinya pemain Napoli, jadi saya tidak bisa mengerti kartu kuning pertama Kemudian kontak bahu dengan pemain lawan. ketika wasit Rocchi memberi pinalti, itu terjadi di luar kotak. Bagaimanapun, aku minta maaf kepada semua fans dan rekan-rekan saya berterima kasih. para fans atas dukungan mereka. Namun, kami tidak menyerah. "

Cambiasso: "Gambar akan menjelaskan secara sendirinya"
Esteban Cambiasso juga memberikan komentar dimikrofon dari Inter Channel. Seperti rekan satu timnya, dia memikirkan apa yang bisa dan apa yang tidak, tontonan sepakbola indah dikirim kedalam asap oleh keputusan wasit: "Saya sangat menyesal Semua kondisi yang ada di sana untuk pertandingan yang sangat indah. agresif. Bahkan penampilan yang menawan di dunia tidak akan mampu melawan mengalami pertandingan dengan cara tertentu ini gambar berbicara lebih dari kata-kata. Memang sulit untuk membuat analisis, tapi saya tidak ingat apapun yang spektakuler menyelamatkan dari kami sebelum hukuman. Kami dihukum, tapi Napoli tidak ada hubungannya dengan itu ini akan menjadi pertandingan terbuka untuk setiap hasilnya. Bagus.

Ranieri: "Wasit yang tidak memadai. Tidak memadai"

BeritaSanaSini - "Pertandingan yang sangat dipengaruhi oleh wasit. Babak pertama berjalan dengan sempurna, kemudian kartu kuning untuk Obi karena pelanggaran pertama, padahal sudah jelas ia mengarah pada bola. Kemudian tendangan pinalti, padahal pelanggarannya terjadi dii luar kotak. Wasit merusak pertandingan yang indah, itu saja. Sangat memalukan karena hal tersebut memang tidak perlu. Para pemain telah memberikan segalanya dan wasit mengeluarkan keputusan yang salah. Dia mengusir saya keluar dari lapangan karena saya memprotes terlalu keras, dan saya mengatakan bahwa bagi saya keputusannya salah. " ujar Claudio Ranieri pada Sky Sport Italia menjelaskan alasan kekalahan Inter malam ini saat melawan Napoli.

Pelatih Inter tersebut kemudian melanjutkan:.. "Saya tidak harus menilai setiap kejadian. Saya memiliki pengalaman untuk mengetahui apakah wasit mengendalikan pertandingan atau tidak. Hari ini tidak, dan saya percaya bahwa wasit dapat dikritik, secara tidak adil ia mengusirku. sama seperti yang ia lakukan pada Obi. Dia salah.. "

Setelah memberikan komentar pada kinerja Gianluca Rocchi, ia kemudian berbicara tentang pemainnya, Ranieri mengakui: "Saya berharap banyak pada Alvarez. Dia pemain bagus dan memiliki kualitas. Tapi ia masih memainkan permainan ala Argentina. Ia menahan bola terlalu lama, padahal kita harus menyerang ke depan. Dia harus mengambil tanggung jawab untuk melakukannya. Dia masih dapat berkembang karena ia seorang pemuda yang cerdas. Apakah Forlan terlalu penakut untuk sepak bola Italia? Saya masih harus mengenal mereka semua. Mungkin ia ingin melakukan banyak hal dan ingin melakukannya dengan baik. Tapi saya merasa hal tersebut tidak pantas untuk di pertanyakan, dia seorang juara yang luar biasa ".

Kemudian diskusi beralih ke aturan permainan, kali ini tentang beberapa hal yang tidak diterapkan saat tendangan pinalti yang dilakukan oleh Campagnaro. Ranieri mengatakan:.. "Ketika tendangan itu dilakukan, setidaknya ada tiga pemain didepan bola. Saya hanya mengatakan apakah anda menghormati aturan atau anda berpura-pura bahwa peraturan tersebut tidak ada. Apakah kami kecewa setelah kejadian ini ? Dan siapa yang bisa menyalahkan kami ? Kerja keras kami dihancurkan oleh keputusan yang tidak adil ? Malam ini Rocchi jelas tidak dalam form terbaiknya. Saya memiliki 20 tahun pengalaman dan saya jarang mengeluh tentang wasit. Tapi merupakan kebiasaan saya untuk berbicara tentang apa yang saya pikirkan. Dan ketika melihat pertandingan berjalan seperti ini dimana kami menerima akibat dari sesuatu yang bukan kesalahan kami, benar-benar sangat mengecewakan. "

Gabriele Oriali mengatakan pada Claudio Ranieri, bahwa Gianluca Rocchi tidak terlalu beruntung saat memimpin pertandingan Inter, dan berbicara kepada Mediaset Premium, sang pelatih bercanda dengan mantan pemain dan direktur tehnik Nerazzurri tersebut: "Mungkin dia tidak bisa menemukan Anda sehingga dia mengusir saya keluar ... Semua kondisi di sana sangat jelas baginya untuk bertindak benar dalam menilai terjadinya pelanggaran, tapi ia malah membuat keputusan yang salah."

Sang pelatih kemudian melanjutkan:. "Saya telah bertemu dengan presiden Moratti, tapi apa yang kami bicarakan tetap diantara kami saja. Tidak ada seorang pun yang gembira melihat hasil pertandingan seperti itu, tapi kami tetap bergerak maju, kami akan melakukannya. Kita tidak bisa merubah hasil pertandingan ini. Inter bermain baik selama 30 menit, masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam sebelas melawan sebelas kami telah menunjukkannya. Napoli bermain dengan baik dan mereka pantas untuk mendapatkannya. "

Akhirnya menjawab pertanyaan dari RAI Sport, Ranieri mengatakan: "Sekarang kita berada jauh dari puncak klasemen. Mungkin di paruh kedua musim ini kita akan berada di sana, berjuang untuk Scudetto Kami bekerja ke arah itu..."

Moratti Pinta Wasit 'Kepala Babi' Diganti

BeritaSanaSini -  Gerah dengan kepemimpinan Gianluca Rocchi saat Inter Milan ditekuk Napoli 3-0 semalam, Massimo Moratti menegaskan bahwa wasit 'berkepala babi' tersebut harus dicopot dari jabatannya sebagai pengadil di Serie A Italia.

Nerrazzuri akhirnya menyerah 3-0 usai Joel Chukwuma Obi diusir di penghujung akhir babak pertama. Inter pun mendapatkan hukuman penalti atas pelanggaran tersebut, yang terlihat terjadi di luar kotak penalti.

"Wasit ini, Rocchi tidak bisa bekerja dengan baik. Ia menyebalkan dan saya harap bakal ada pergantian," kecam Moratti. "Ia tidak layak. Laga ini adalah suatu yang bodoh, dan kian terlihat bodoh karena wasitnya. Tidak ada yang dapat dikatakan lagi dari pertandingan ini."

Dikeluarkannya Obi semalam bukanlah yang pertama kalinya Rocchi dianggap merugikan Inter. Tercatat, kartu merah yang dikeluarkan wasit itu di laga melawan Napoli semalam adalah yang ketujuh dari laga Inter yang dipimpin Rocchi. Jose Mourinho bahkan pernah mengatakan kalau wasit itu 'berusaha membuat Inter kalah' usai Wesley Sneijder dan Lucio dikartu merah dalam Derby Milan beberapa tahun lalu.

Moratti melanjutkan bahwa ia tidak kecewa dengan pemainnya atau pu Claudio Ranieri. "Pemain jelas tidak mengecewakan saya, karena mereka bermain sangat bagus. Yang membuat saya kecewa adalah kepemimpinan Rocchi dengan 'kepala babi'-nya selama 90 menit," ketusnya.

"Saya harap saya tidak melihat kepemimpinannya lagi," tandas Moratti.

Kontroversi Rocchi dan Nerazzurri

BeritaSanaSini - Harus diakui laga Inter vs Napoli dini hari tadi berjalan seru sejak awal. Namun semua berubah drastis tatkala wasit asal Firenze, Gianluca Rocchi memberi kartu merah untuk Joel Obi di menit ke-41.

Pengusiran Obi penuh kontroversi. Kartu kuning pertama yang diberikan sang pengadil pada Obi juga menimbulkan perdebatan. Pasalnya dalam sebuah duel perebutan bola dengan Ezequiel Lavezzi, terlihat jelas Obi merebut bola dengan bersih. Namun ia justru menerima kartu kuning.

Kartu kuning kedua juga menimbulakn perdebatan. Obi yang beradu badan dengan Christian Maggio kembali dihukum kartu kuning. Lebih kontroversi lagi karena pelanggaran di luar kotak penalti itu justru berbuah penalti untuk Napoli. Tak hanya Obi, sang pelatih, Claudio Ranieri juga diganjar kartu merah. Ranieri dihukum karena protes yang dilakukan usai peluit panjang babak pertama.

Alhasil, main dengan sepuluh orang plus buruknya kepemimpinan wasit membuat Inter tampil penuh emosi dan kehilangan konsentrasi. Sisa laga ini pun menjadi milik Napoli.

Protes keras dilayangkan kubu Inter. Tak hanya para pemain dan pelatih, presiden Masimmo Moratti juga ikut mengutuk kinerja Rocchi. "Wasit ini tidak melakukan pekerjaannya. Ini mengesalkan dan saya mengharapkan perubahan," cetus Moratti di Football Italia.

Ini bukan kali pertama Rocchi dianggap merugikan Nerazzurri. Dua musim lalu ia juga pernah menuai kritik keras dari pelatih Inter di masa itu, Jose Mourinho. The Special One ketika itu mencak-mencak dan menyebut Rocchi 'berusaha membuat Inter kalah'.

Rocchi mengkartu merah Wesley Sneijder dalam duel derby kontra AC Milan. Ketika itu Inter bahkan terpaksa main dengan sembilan orang setelah Lucio juga di kartu merah. Beruntung dalam laga itu Inter tetap bisa menang 2-0.

Well, ternyata ada fakta lain soal Rocchi dan Inter. Dalam 16 laga Nerazzurri yang dipimpin Rocchi, ia mengeluarkan tujuh kartu merah untuk pemain Inter. Rocchi tercatat juga pernah memberi kartu merah pada tiga pelatih Inter. Selain Ranieri ia juga pernah mengusir Mourinho dan Roberto Mancini.

Harus diakui memang Rocchi mempimpin pertandingan dengan sangat buruk dini hari tadi. Tak salah bila akhirnya harian terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport memberi nilai 3 pada Rocchi. Sebuah rating buruk yang jarang diberikan terhadap kepemimpinan wasit di lapangan.

Iklan Sitti

Adcorn

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India